Tugas Besar Web Dasar

Manifesto Digital Jogja Culture

Platform repositori kebudayaan Yogyakarta yang memadukan desain responsif HTML5, utilitas Tailwind CSS, optimasi grafis, serta animasi transisi halaman yang dinamis.

Gulir ke bawah

Mengapa JogjaCulture?

Nama ini dipilih untuk menjembatani identitas lokal (Jogja) dengan adaptasi zaman (Culture). Kami meyakini bahwa budaya Yogyakarta bukanlah peninggalan statis, melainkan entitas hidup yang terus relevan di era modern. JogjaCulture hadir sebagai jembatan digital bagi siapa saja yang ingin mengenal jiwa Yogyakarta secara lebih dalam dan inklusif.

Strategi Visual & Pewarnaan

Kami tidak hanya sekadar memilih warna, melainkan memahat suasana untuk setiap narasi yang kami sampaikan:

Beranda — Harmoni Masa Lalu dan Masa Kini
Halaman beranda menggunakan pola selang-seling antara warna var(--brown-dark) dan var(--cream). Perpaduan ini melambangkan keseimbangan Yogyakarta sebagai kota yang berdiri di antara tradisi dan modernitas. Brown menghadirkan kesan akar sejarah yang kuat, sementara Cream menciptakan ruang yang hangat, terbuka, dan ramah bagi setiap pengunjung yang baru memasuki website. Pergantian warna antar section juga memberikan ritme visual yang membuat perjalanan pengguna terasa hidup dan tidak monoton.

Sejarah — Warna Tanah yang Menyimpan Jejak Waktu
Seluruh halaman sejarah menggunakan dominasi var(--brown-dark). Warna ini terinspirasi dari tanah, batu candi, kayu tua keraton, serta naskah-naskah kuno yang menjadi saksi perjalanan panjang Yogyakarta. Nuansa gelap yang hangat menciptakan atmosfer reflektif, seolah pengguna sedang membuka lembaran masa lalu dan menyusuri jejak sejarah yang masih hidup hingga saat ini.

Budaya — Ruang Terang bagi Ekspresi dan Tradisi
Halaman budaya menggunakan warna var(--cream) sebagai identitas utama. Cream melambangkan kelembutan, keramahan, dan keterbukaan masyarakat Yogyakarta dalam menjaga serta mewariskan budaya. Warna ini memberikan ruang visual yang lapang sehingga berbagai elemen budaya seperti batik, wayang, tarian adat, dan upacara tradisional dapat menjadi pusat perhatian tanpa terganggu oleh warna yang terlalu dominan.

Kuliner — Kehangatan yang Mengingatkan pada Rumah
Kategori kuliner menggunakan var(--dark-brown). Warna ini terinspirasi dari warna rempah-rempah, gula jawa, kopi, kayu tradisional, serta suasana hangat warung dan angkringan khas Yogyakarta. Nuansa tersebut dirancang untuk membangkitkan rasa akrab dan nostalgia, sebagaimana makanan tradisional yang selalu memiliki cerita di balik setiap cita rasanya.

Destinasi — Jendela Menuju Keindahan yang Terbuka
Halaman destinasi memadukan latar cerah dengan aksen cream-border. Pendekatan ini melambangkan perjalanan dan eksplorasi yang penuh kebebasan. Berbeda dengan sejarah yang mengajak melihat ke belakang, destinasi mengajak pengguna melihat ke luar dan menemukan berbagai keindahan alam, budaya, maupun tempat bersejarah yang tersebar di seluruh Yogyakarta.

Teknologi — Simbol Masa Depan Yogyakarta
Seluruh kategori teknologi menggunakan warna var(--zinc). Zinc dipilih karena menghadirkan kesan modern, bersih, profesional, dan inovatif. Warna ini mencerminkan transformasi Yogyakarta sebagai kota pelajar, pusat kreativitas digital, serta kawasan yang terus berkembang melalui konsep smart city dan industri modern. Penggunaan warna ini sengaja dibuat berbeda dari kategori lain untuk menunjukkan lompatan menuju masa depan tanpa meninggalkan identitas budaya.

Ciri Khas Visual Jogja Culture
Secara keseluruhan, identitas visual Jogja Culture dibangun melalui tiga pilar utama:
Brown sebagai simbol akar sejarah dan tradisi,
Cream sebagai simbol keramahan dan kehidupan budaya,
Zinc sebagai simbol inovasi dan masa depan.

Ketiga warna tersebut membentuk narasi visual yang mencerminkan esensi Yogyakarta: sebuah kota yang menjaga warisan masa lalu, hidup melalui budayanya, dan terus melangkah menuju masa depan.

Tim Pengembang

Pembagian matriks kerja dan portofolio profesional personel tim pengembang:

Khresmupu

Head of Systems & Direction

Yang mengerjakan Fitur:

  • Navigasi
  • Footer
  • Animasi Antar Halaman
  • Tombol Kembali ke Hero
  • Responsive Mobile

Yang mengerjakan Halaman:

  • halaman-index.html (Halaman Intro)
  • halaman-beranda.html (Konsep Akhir)
  • halaman-sejarah.html
  • halaman-peta-jogja.html
  • halaman-teknologi.html (Halaman Menu)
  • halaman-smart-city.html
  • halaman-kota-pelajar.html
  • halaman-industri-modern.html
  • halaman-info.html
  • halaman-privacy-policy.html
  • halaman-destinasi.html (Halaman Menu)
Foto Khresmupu

Steven Evan Winardi

Project Visionary

Yang mengerjakan Fitur:

  • Animasi "GULIR KE BAWAH"

Yang mengerjakan Halaman:

  • halaman-event.html
  • halaman-budaya.html (Halaman Menu)
  • halaman-batik.html
  • halaman-tarian-adat.html
  • halaman-wayang.html
  • halaman-upacara-adat.html
Foto Steven

Roland Michael Febrian

The Sensory Architect

Yang mengerjakan Fitur:

  • Footer (Konsep Awal)

Yang mengerjakan Halaman:

  • halaman-beranda.html (Konsep Awal)
  • halaman-kuliner.html (Halaman Menu)
  • halaman-makanan-tradisional.html
  • halaman-jajanan-khas.html
  • halaman-minuman-khas.html
Foto Roland